Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts
Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts

Profil Pendiri Gudang Garam

Pendiri Gudang Garam adalah Surya Wonowijoyo (Tjoa Ing Hwie) yang dilahirkan di Fujian, China, pada tahun 1926. Keluarganya menetap di Indonesia pada tahun 1929, yakni tepatnya di kota Sampang, Madura. Mereka hidup dalam kemiskinan, dan ayahnya hanya bekerja sebagai pedagang keliling. Saat menginjak usia remaja, ayah Ing Hwie meninggal dan ia harus bekerja demi menopang hidup keluarganya. Oleh karenanya, ia lantas merantau ke Kediri dan mencari pekerjaan di sana. Bekerjalah ia pada sang paman, Tjoa Kok Tjiang, yang ketika memiliki salah satu pabrik kretek besar di Jawa Timur.
 
Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix7lZ57ByEN0IZWerLfsRmh3YDGPWN07IC8BOQeUjtmuOn7G0cgK4GQAQeZlWh3hllL-L6kiHhQxttxrv4hELdUYsB5ODlynG7wBcs0r8YSNY64BYYsJUjx3FTbqd-_IYfX3kUZ3ga7jP-/s1600/gg.PNG
Selama bekerja, Ing Hwie menimba pengalaman dan pengetahuan tentang seluk beluk perkretekan dan juga bagaimana membuat saus cengkeh yang baik. Ing Hwie bekerja selama kurang lebih lima tahun di pabrik pamannya. Tahun 1956, ia bercekcok dengan pamannya dan berhenti bekerja. Ia lantas menjadi penyalur tembakau dan cengkeh. Pengalamannya sebagai penyalur ini, terutama di masa-masa sulit, terbukti sanggup menghantarnya menuai kesuksesan di kemudian hari.

Pada bulan Juli 1958, Ing Hwie mulai mendirikan pabriknya sendiri, yang berlokasi di dekat Kali Brantas. Guna mengawali usahanya itu, ia mengajak 50 orang bekas karyawan pamannya. Pabrik ini hingga saat ini merupakan salah satu pabrik Gudang Garam yang masih beroperasi hingga saat ini. Secara bertahap usaha ini mulai berkembang.

Kesuksesan diraih pada tahun 1962, ketika Ing Hwie meluncurkan produknya, yakni Gudang Garam Kuning, yang menuai kesuksesan luar biasa. Para pesaingnya mengeluarkan isu bahwa rokok tersebut mengandung ganja. Surya membantah gosip tersebut dan menyatakan bahwa rahasianya terletak pada campuran sausnya dan bukan ganja. Selain itu, keterampilannya dalam membeli dan memasarkan merupakan aspek penting keberhasilan Gudang Garam Kuning.

Demi mengurangi ketergantungan pada kertas impor, pada tahun 1980-an, Gudang Garam mendirikan sendiri pabrik kertas rokok berkualitas tinggi melalui patungan dengan Probosutejo. Setelah sepeninggalnya Ing Hwie, Gudang Garam dilanjutkan oleh anak tertuanya yaitu Rahman Halim yang juga merupakan kakak Susilo Wonowidjojo.

Susilo Wonowidjojo sendiri memulai karirnya di Gudang Garam sebagai Direktur selama 14 tahun dari tahun 1976 hingga 1990. Sejak jauh hari Susilo Wonowidjojo memang sudah dipersiapkan sebagai pewaris dari PT Gudang Garam. Posisinya sebagai direktur, Susilo banyak membuat terobosan baru misalnya mengembangkan mesin-mesin yang khusus memproduksi rokok kretek.
 
Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRu4xyrLE8eeoSJaW6m_hW5ksJimOsWz1Eavfa3YPbnV3BdbJwA8Uhx5wI6IExDYhJeb9kGll2U47ENlJ5lYuvrKUuIRlOPvyPFH3DP8UNSycKfRmy0-QtI9fUhyuLWk755E8c5yj5VCE/s1600/Biografi+dan+Profil+Susilo+Wonowidjojo+-+Bos+PT+Gudang+Garam.png
Saat Susilo Wonowidjojo menjabat sebagai Vice President Director PT Gudang Garam, tahun 2002 ia mulai berinovasi dengan memproduksi rokok jenis baru yaitu rokok kretek mild. Sepeninggal kakaknya yaitu Rahman Halim pada tahun 2008, Susilo Wonowidjojo kemudian mengambil alih kepemimpinan di PT Gudang Garam Indonesia.

Dibawah kepemimpinannya, PT Gudang Garam semakin terkenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Ada berbagai jenis produk rokok Gudang Garam yang beredar di konsumen. Pangsa pasar Gudang Garam juga bukan hanya nasional tetapi juga internasional.

Menjadi pabrik rokok terbesar di Indonesia, tak heran saat ini jumlah karyawan PT Gudang Garam Indonesia mencapai 36.900 orang dengan pendapatan pertahun sebesar 70 triliun rupiah. Pendapatan yang besar dari PT Gudang Garam selaku pabrik rokok terbesar di Indonesia ini turut membawa Susilo Wonowidjojo dinobatkan sebagai salah satu pengusaha terkaya di Indonesia.

Menurut Majalah Forbes, kekayaan Susilo Wonowidjojo ditaksir sebesar $7,1 miliar dollar atau sekitar 94,6 triliun rupiah pada tahun 2016. Ia berada di posisi kedua sebagai orang terkaya di Indonesia di bawah Hartono bersaudara yang dikenal sebagai pemilik PT Djarum.

Susilo Wonowidjojo menikah dengan Melinda Setyo. Istrinya juga dikenal sebagai wanita yang paling aktif dalam berbisnis. Ia memiliki saham di berbagai perusahaan. Susilo Wonowidjojo juga memiliki perusahaan lain selain PT Gudang Garam.

Demikianlah sekelumit sejarah Gudang Garam di Kediri.

Sumber : 
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Surya_Wonowidjoyo
  2. http://www.biografiku.com/2017/03/biografi-dan-profil-susilo-wonowidjojo-konglomerat-pt-gudang-garam.html

Riwayat Hidup dan PT. HM. Sampoerna


Sahabat kali ini saya akan membagikan informasi tentang sepak terjang pendiri salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia PT. HM. Sampoerna yaitu Liem Seeng Tee. Pada awalnya saya kira perusahaan tersebut dimiliki oleh seorang pengusaha yang berasal dari dalam negeri atau penduduk asli Indonesia, namun berdasarkan informasi yang diperoleh ternyata pemiliknya adalah asing. Liem Seeng Tee adalah seorang imigran dari sebuah keluarga miskin di provinsi Fujian di Tiongkok. Dia datang ke Indonesia pada tahun 1898 bersama kakak perempuan dan ayahnya. Tak lama setelah tiba di Indonesia, ayahnya meninggal.
 
http://houseofsampoerna.com/images/img_founder_pic_1.jpg
Sebelum meninggal, Liem Seeng Tee dititipkan disebuah keluarga Tionghoa di Bojonegoro. Di keluarga Tionghoa tersebut Liem Seeng Tee menerima pelajaran-pelajaran tentang keuangan. Hingga umur sebelas (11) tahun Liem diasuh di keluarga tersebut. Setelah itu, Liem Seeng Tee hidup mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berjualan makanan kecil di dalam gerbong kereta jurusan Surabaya - Jakarta dengan cara melompat masuk pada malam buta. Liem Seeng Tee pernah berjualan makanan kecil selama 18 bulan penuh tanpa istirahat sekalipun. Di situ dia belajar meracik tembakau yang kemudian dijualnya di stasiun kereta api.

Tidak lama setelah menikah dengan Siem Tjiang Nio tahun 1912, Liem Seeng Tee mendapatkan pekerjaan sebagai peracik dan pelinting rokok di sebuah pabrik rokok di Lamongan. Dari situ Liem memperlihatkan kemampuan alaminya dalam meracik dan melinting rokok. Namun tidak lama kemudian, Liem berhenti dari pekerjaannya itu dan menyewa sebuah warung kecil di Jln. Tjantian di Surabaya Lama. Di warung tersebut Liem bersama istrinya berjualan bahan makanan kecil, sedangkan Liem Seeng Tee berusaha berjualan rokok racikannya sendiri. Usaha ini sempat maju ketika jalan raya di depan rumah dilebarkan, sehingga jalanan menjadi ramai dan pelanggan meningkat. Tetapi perkembangan pertama ini langsung dihantam oleh pukulan pertama, gubug tempat tinggal keluarga muda ini terbakar.

Tak lama kemudian ternyata datang kesempatan kedua, sebuah perusahaan tembakau bangkrut, dan Liem Seeng Tee ditawari untuk membeli unit usaha itu dengan harga murah, tetapi harus dilunasi dalam waktu kurang dari 24 jam. Liem Seeng Tee merasa beruntung sekali, karena kesempatan yang tak mungkin muncul lagi itu berhasil diraihnya, karena diam-diam istrinya menabung pada salah satu tiang bambu rumahnya. Di unit usaha inilah Liem Seeng Tee berkesempatan memamerkan keahliannya sebagai peracik tembakau yang sangat andal. Di sini suami istri yang kemudian dikaruniai dua putra dan tiga putri ini melayani pesanan rokok dengan aneka citarasa, menggunakan mesin pelinting sederhana.

Tampaknya pasangan ini tidak puas dengan keadaan tersebut, dan bertekad untuk mengembangkan usaha itu menjadi lebih besar lagi. Langkah pertamanya adalah membentuk badan hukum dengan nama Handel Maatschappij Liem Seeng Tee (1913), yang di kemudian hari diubahnya menjadi Handel Maatschappij Sampoerna (dan setelah Perang Dunia II, berubah lagi menjadi PT Hanjaya Mandala Sampoerna / HM. Sampoerna). Perusahaan ini memproduksi rokok dengan aneka macam merek dagang seperti Dji Sam Soe, “123″, “720″, “678″, dan “Djangan Lawan”. Semua merek itu ditujukan untuk beragam segmen pasar, tetapi andalannya adalah Dji Sam Soe yang membidik segmen pasar premium, dengan logo dan kemasan yang dipertahankan hingga sekarang.

Menjelang pendudukan Jepang, perusahaan ini sudah memiliki 1300 orang karyawan yang bekerja dua sif, dengan produksi lebih dari tiga juta batang rokok per minggu. Pabriknya semakin besar, dan pasarnya semakin kukuh, khususnya untuk daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun pada tahun 1942 Jepang mendarat di Surabaya, dan dalam waktu kurang dari enam jam, Seeng Tee ditangkap dan dibawa ke Jawa Barat untuk menjalani kerja paksa, sementara keluarganya lari dalam persembunyian. Tak diketahui kemana larinya harta milik keluarga dan perusahaan. Tetapi yang pasti, setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, harta Liem Seeng Tee yang masih tersisa tak lebih dari keluarganya sendiri dan merek dagang “Dji Sam Soe”.

Liem Seeng Tee kembali memulai usahanya, dan kembali mengusung merek “Dji Sam Soe” ke pasar. Perlahan tapi pasti usahanya kembali berkembang, kapasitas produksinya semakin baik, dan pasar mulai kembali berhasil dikuasainya. Tetapi hambatan kembali muncul, kali ini dari iklim politik berupa suburnya perkembangan ideologi komunisme, yang berhasil memutuskan hubungan kekeluargaan yang selama ini berhasil dirintisnya dengan para karyawannya. Sedemikian dahsyat penyusupan komunisme di dalam pabriknya, sehingga Liem Seeng Tee tak bisa mengunjungi pabriknya untuk menyapa para karyawannya, hingga ajal menjemputnya. Liem Seeng Tee meninggal pada tahun 1956.

HM Sampoerna sepeninggal Liem Seeng Tee
HM Sampoerna mengalami kesulitan besar sepeninggal Liem Seeng Tee, ketika usaha itu dikelola oleh dua putri Liem Seeng Tee (Sien dan Hwee) dan menantunya, yakni suami kedua putrinya tersebut. Kesulitan besar itu muncul karena datangnya investor asing yang masuk ke Indonesia membangun industri rokok putih dengan teknologi linting mesin. Sementara itu dua putra Seeng Tee, Sie Hua dan Liem Swie Ling, tidak tertarik meneruskan usaha HM Sampoerna. Sie Hua, si sulung, lebih suka membuka usaha tembakau, sedangkan adiknya, Liem Swie Ling, membuka pabrik rokok di Denpasar dengan merek Panamas, yang produksinya ternyata ikut menggerogoti pasar HM Sampoerna di Jawa Timur.

Khawatir akan nasib HM Sampoerna, Sie Hua akhirnya menyurati adiknya, dan memintanya untuk mengambil alih perusahaan itu, karena dia merasa usahanya sendiri tidak bisa dilepaskannya begitu saja. Gayung pun bersambut, Liem Swie Ling menyanggupi permintaan itu, bahkan akhirnya juga memindahkan Panamas ke Malang, tak jauh dari HM Sampoerna. Liem Swie Ling, yang kemudian selalu memperkenalkan diri sebagai Aga Sampoerna, kemudian dengan kekuatan penuh mencoba menghidupkan kembali HM Sampoerna sesuai dengan semangat besar ayahnya. Itulah yang merupakan awal kebangkitan baru HM Sampoerna

Di tangan Aga Sampoerna perusahaan itu semakin berkibar. Di awal tahun 70an, seiring dengan masuknya Putera Sampoerna, putera Liem Swie Ling / Aga Sampoerna, ke jajaran manajemen, perusahaan terus berkembang pesat. Jumlah karyawan sudah mencapai 1200 orang, dengan produksi 1,3 juta batang rokok per hari. Tahun 1979 pabrik milik HM Sampoerna sempat kembali terbakar habis, tetapi dalam waktu 24 hari Dji Sam Soe sudah berhasil kembali mendatangi konsumennya. Aga Sampoerna meninggal dunia pada tanggal 13 Oktober 1995, meninggalkan perusahaan yang terus semakin maju pesat.

Ide untuk menjadi perusahaan publik adalah ide Putera Sampoerna yang awalnya tidak secara bulat diterima oleh keluarganya. Tetapi dengan penuh kesabaran Putera sampoerna berhasil meyakinkan mereka, bahwa go public akan mengantar perusahaan itu ke tataran global, dan nilai absolut saham milik keluarga pasti akan meningkat setelah itu, satu keyakinan yang ternyata benar di kemudian hari. Kini perusahaan yang bermula dari unit usaha rumahan itu sudah berada di tangan generasi keempat, di bawah kepemimpinan Michael Joseph Sampoerna, dan telah menjadi salah satu perusahaan publik papan atas. Maret 2005 merupakan masa penting dalam perjalanan bisnis Putera Sampoerna dan keluarganya, di mana Putera memutuskan untuk menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk (40%) ke Philip Morris International.

Itulah sekilas sepak terjang profil salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yaitu PT. HM. Sampoerna, Tbk. yang dimiliki oleh penduduk asing (taipan). Mudah-mudahan kita sebagai penduduk Indonesia asli (pribumi) bisa belajar dari kisah perjalanan mereka, sehingga pada akhirnya kita bisa membangkitkan perekonomian bangsa kita sendiri oleh tangan kita sendiri.


Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Liem_Seeng_Tee

Beberapa Perusahaan Rokok Ternama di Indonesia

Sahabat Blogger bagaimana kabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal’afiat. Kali ini saya bagikan informasi terkait siapa saja yang memiliki perusahaan – perusahaan rokok di Indonesia. Rasa penasaran saya muncul akhir-akhir ini, padahal dari kecil dulu saya mengenal betul nama merk perusahaan-perusahaan rokok yang ada di Indonesia. Bagaimana tidak, setiap hari, dimanapun berada pastinya disetiap warung-warung, baik warung kecil maupun besar pasti ada merk perusahaan-perusahaan rokok tersebut. Mungkin dulu sangat sulit mencari informasi siapakah nama dari pemilik perusahaan rokok tersebut, dikarenakan dulu masih jarang ada internet. Berbeda sekali pada zaman sekarang yang dengan mudahnya kita bisa mengakses informasi apa saja yang kita inginkan, langsung bisa peroleh hanya dengan menggeserkan jari tangan kita.

Tentunya anda semua sudah mengenal dengan merk rokok yang namanya Djarum, Gudang Garam, Sampoerna, dan lain sebagainya. Ternyata dari beberapa nama pemilik berbagai perusahaan besar yang memproduksi rokok tersebut tidak ada yang benar-benar orang Indonesia asli tapi kebanyakan mereka berasal dari negara cina. Tentunya hal ini membuat saya gerah ketika perusahaan-perusahaan besar di Indonesia sebagian besar dimiliki oleh mereka, lantas dimanakah orang-orang pribumi kita? Sungguh ironis sekali ya, padahal hampir semua bahan-bahan baku yang diproduksi oleh perusahaan mereka itu datangnya dari tanah kita sendiri.

Baik langsung saja kita bahas beberapa perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia, diantaranya:

1.       PT. HM Sampoerna, Tbk
 
Sumber : http://www.sampoerna.com/_layouts/PMI/GCW/Images/sampoerna-logo.jpg
Pada tahun 1913, Liem Seeng Tae yang merupakan seorang imigran asal China memulai usaha pembuatan rokok kretek linting tangan rumahan di Surabaya, Jawa Timur. Ini adalah salah satu industri rokok kretek dan putih pertama. Tak khayal bila perusahaan ini semakin berkembang dengan pesat seiring dengan permintaan pasar yang semakin meningkat. Pada sekitar awal 1930-an, Liem Seeng Tee mengganti nama keluarganya yang berimbas pergantian nama perusahaan menjadi Sampoerna yang berarti "kesempurnaan". Dengan ini usahanya semakin lama dapat merambah hingga dibuka pabrik-pabrik baru di sekitar Surabaya. Selain itu, Sampoerna juga membuka museum yang diberi nama Taman Sampoerna yang menceritakan sejarah keluarga Sampoerna serta usahanya. 

Baca juga : Riwayat Hidup dan PT. HM. Sampoerna

Pada tahun 1978 Sampoerna beralih kepada generasi ketiga yang dipimpin Putera Sampoerna. Pada era kepemimpinannya, Sampoerna berkembang semakin pesat dan menjadi perseroan terbatas pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern dengan investasi dan ekspansi. Bak gayung bersambut, Sampoerna mulai dilirik oleh Philip Morris International (PMI), salah satu produsen rokok terkemuka di dunia. Akhirnya pada Mei 2005, Sampoerna di-afiliasi dan mengakuisisi sebagian besar saham Sampoerna. Hal ini semakin memperkuat posisi Sampoerna menjadi salah satu produsen terbesar di Indonesia.

Pangsa pasar yang dimiliki Sampoerna semakin meningkat yakni 35,6% pada tahun 2012 berdasarkan Nielsen Retail Audit Full Year 2012 yang telah mempekerjakan lebih dari 28.500 orang karyawan. Selain itu, Sampoerna juga menjalin kerjasama dengan 38 unit Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang tersebar di seluruh Pulau Jawa. Prestasi yang telah dicapai perusahaan ini mencapai puncaknya pada tahun 2012 dengan rekor penjualan lebih dari 100 miliar batang dan beberapa pencapaian lainnya di segala bidang. Beberapa produk Sampoerna antara lain A Mild (pionir produk rokok kategori rendah tar rendah nikotin dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia), Dji Sam Soe (sigaret kretek pertama yang tetap dipertahankan kemurniannya hingga lebih dari 100 tahun yang dikenal sebagai Raja Kretek), Sampoerna Kretek (sigaret kretek tangan pertama) dan beberapa varian lainnya. 

2.       PT. Gudang Garam Tbk
 
Sumber : https://umk.ac.id/images/stories/PT-Gudang-Garam-Tbk.png

PT Gudang Garam Tbk berdiri pada 26 Juni 1958 oleh Tjoa Ing Hwie yang berganti nama menjadi Surya Wonowidjojo.  Pada awal berdirinya, Gudang Garam merupakan industri rumahan yang memproduksi kretek yang bernama SKL dan SKT.  Karena permintaan pasar yang kian meningkat, akhirnya pada 1960 dibukalah cabang di Gurah, yang letaknya 13 km dari kota Kediri yang pada saat itu masih mempekerjakan 200 orang karyawan. Pada tahun 1968, tepatnya bulan September didirikan unit produksi yang bernama Unit I dan Unit II di atas lahan seluas 1000 meter persegi guna mengiringi perkembangan usaha yang kian meningkat. Tak lama dari itu, Gudang Garam yang awalnya merupakan industri rumahan berubah menjadi Firma pada tahun 1969. Dua tahun kemudian, karena kemajuan produksi yang makin lama semakin tinggi, Gudang Garam resmi berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang didukung fasilitas berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari pemerintah membuat Gudang Garam semakin kokoh.
Untuk membantu pengembangan produksinya, Gudang Garam lantas memikirkan beberapa terobosan baru dalam pembuatan kreteknya, yakni dengan menggembangkan jenis produk Sigaret Kretek Mesin (SKM). Tak berhenti sampai di situ, Gudang Garam juga mampu mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1990 yang langsung merubah statusnya dari PT menjadi Perusahaan Terbuka. 

Produk yang dihasilkan Gudang Garam juga lebih bervariasi, hal ini dibuktikan dengan produksi kretek mild pada tahun 2002 yang merupakan hasil dari inovasi terbaru. Hal ini sejalan dengan perluasan wilayah produksi yang tak hanya berpusat di Kabupaten dan Kota Kediri saja, melainkan telah merambah hingga Pasuruan.

Hingga saat ini Gudang Garam tetap menjadi pilihan utama pecinta kretek di tanah air. Tak hanya mencukupi produksi dalam negeri saja, tetapi Gudang Garam juga telah melebarkan sayapnya hingga ke Malaysia, Brunei dan Jepang. Dengan total lebih dari 20 jenis produk yang dikeluarkan Gudang Garam telah cukup membuktikan eksistensinya sebagai salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia.  Beberapa produk Gudang Garam yang terkenal yakni Gudang Garam Merah, Djaja, GG Internasional, GG Surya, GG Mild dan masih banyak lagi. Ditambah lagi dengan keikutsertaan Gudang Garam menjadi sponsor Piala Dunia FIFA pada tahun 1958 hingga 1966 dan Piala Dunia 2010, Gudang Garam nantinya akan mampu menembus pasar internasional.


3.       PT. Djarum Tbk
Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVC4SRiOl77NRE_vrFzDA_dhpMrZGMPD-i1U2sldvLT27molcckvIN4UNne38UF4stkngvYsRfKOyP_g-gxnRnx5JrCQxZZSLg59t4sLpT498jolKbX0CDIxExkxHsb9xx7JCkl4wgGYl0/s1600/djarum.png

Djarum adalah salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Djarum memiliki markas di Kudus, Jawa Tengah. Berawal di tahun 1951, sang pendiri. Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon. Mulanya perusahaan ini hanya memiliki sekitar sepuluh karyawan. Tak disangka rokok kretek buatannya laris manis di pasaran. Sayangnya, musibah kebakaran hampir menghancurkan perusahaan di tahun 1963.

Kemudian perusahaan ini bangkit serta menyediakan peralatan modern di pabriknya. Tak perlu menunggu waktu lama, di tahun 1969 Djarum sudah mengekspor produk rokoknya hingga ke luar negeri. Merek rokok yang dihasilkan antara lain Djarum Black, Djarum 76, L.A Light dan masih banyak lagi.

Di tahun 2012 tingkat produksi rokok mencapai 140 juta batang per hari. Di tahun itu, Djarum berencana membeli pita cukai rokok sebesar Rp 12 Triliun. Nilai tersebut meningkat sebesar 13% dibanding tahun 2011.

Djarum tidak hanya fokus pada industri rokok saja. Perusahaan ini juga terlibat aktif dalam dunia olahraga. Djarum mempunyai klub bulutangkis bernama PB Djarum yang sudah mencetak atlet ternama seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma.

Itulah sahabat blogger, beberapa profil perusahaan rokok di Indonesia. Saya tidak bermaksud menyinggung bagi para perokok, namun saya cuman ingin bertanya “siapakah yang diuntungkan ketika anda merokok dan siapa yang dirugikan ketika anda merokok?” Itu saja mungkin yang selama ini menjadi pertanyaan yang menggelitik hati kecil saya, sehingga dapat dituangkan dalam tulisan ini.

Okelah masih mending kalau pemiliknya orang Indonesia betul-betul asli orang Indonesia, tapi nyatanya bukan orang Indonesia malah china. Berarti kita sudah bisa menjawab dan menyimpulkan siapa yang diuntungkan ketika orang Indonesia yang merokok. Dan siapakah yang rugi kalau seandainya kita terkena dampak dari merokok?
Wallahu ‘alam..

Sumber:
https://profil.merdeka.com/indonesia/h/hm-sampoerna/

Sepak Terjang Perusahaan Unilever

Sahabat blogger, kali ini saya akan membahas siapakah pemilik perusahaan besar yang ada di Indonesia, bahkan masuk pada jajaran perusahaan besar di dunia. Siapa yang tidak mengenal atau mendengar dengan nama unilever? Kalau sahabat suka membeli produk-produk kebutuhan rumah tangga, seperti sabun mandi, pasta gigi, shampoo, dan lain sebagainya sebagian besar produk mereka tersebar di Indonesia. Hanya saja terkadang kita yang tidak menyadari bahkan terkadang tidak berfikir siapakah pemilik dari merek produk-produk di atas.

Pada awal sejarah berdirinya perusahaan yang sekarang dikenal dengan nama unilever merupakan perusahaan multinasional yang didirikan pada tahun 1930 sebagai hasil penggabungan dari produsen margarin asal Belanda, Margarine Unie dan produsen sabun asal Inggris, Lever Brothers. Selama paruh kedua dari abad ke-20, Unilever secara signifikan berdiversifikasi ke berbagai bidang bisnis dan juga berekspansi ke berbagai negara. Unilever juga membuat beberapa upaya akuisisi, termasuk Lipton (1971), Brooke Bond (1984), Chesebrough-Ponds (1987), Best Foods dan Ben & Jerry's (2000), serta Alberto-Culver (2010). Pada dekade 2010an, di bawah kepemimpinan Paul Polman, Unilever secara perlahan menggeser fokus bisnisnya ke bisnis kesehatan dan kecantikan, dari yang sebelumnya ke bisnis makanan, yang menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan.

Unilever telah menjelma menjadi salah satu induk perusahaan dengan anak perusahaan terbanyak di dunia. Kini perusahaan yang awalnya hanya memproduksi Sunlight, telah mampu melahirkan berbagai merek ternama. Unilever memiliki lebih dari 400 merek dagang, dengan 14 merek diantaranya memiliki total penjualan lebih dari £1 milliar. Unilever telah mampu memasarkan produknya ke lebih dari 190 negara di seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Rangkaian produk Unilever Indonesia yang juga disukai di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain. 

Tak heran, kapitalisasi pasar Unilever mampu mencapai angka US$ 129,1 miliar. Bagaimana Unilever mulai merangkai jejaring bisnisnya di seluruh dunia? Sejak didirikan 80 tahun yang lalu Unilever terus fokus menjajaki industri perawatan diri dan berbagai produk kebutuhan rumah tangga. Kini perusahaan tersebut telah menggurita di seluruh dunia dan menguasai berbagai merek ternama di berbagai negara.

Bahkan perusahaan ini mampu menyediakan lowongan kerja bagi 173 ribu pegawainya. Tak heran, kapitalisasi pasar korporasi besar ini telah mencapai nilai yang sangat fantastis yaitu US$ 129,1 miliar. Bahkan penjualan seluruh produknya per tahun dapat melonjak hingga US$ 64,25 miliar. Melalui berbagai anak perusahaannya, Unilever kini tercatat memiliki aset senilai US$ 58,12 miliar secara internasional. Hingga Mei 2015, Unilever tercatat berhasil mencetak laba senilai US$ 6,86 miliar. Operasi Unilever terbagi ke dalam beberapa segmen yaitu, personal care, makanan, dan home care.

Unilever kini mengelola lebih dari 300 pabrik produksi di seluruh dunia. Perusahaan raksasa ini juga mampu mempertahankan operasinya di lebih dari 100 negara. Tak tanggung-tanggung, Unilever juga telah memiliki 400 merek produk ternama di dunia. Sekitar 34 persen pendapatan diperoleh dari Eropa Barat, 22 persen dari Amerika Utara, 18 persen dari Asia Pasifik, 13 persen dari Amerika Latin dan 9 persen dari Afrika, Timur Tengah dan Turki. Sementara 54 persen keuntungan perusahaan dihasilkan dari produk makanan seperti bumbu dapur, eskrim, minuman pelangsing dan margarin.

Terdapat juga beberapa merek andalan yang penjualannya selalu menembus angka di atas satu miliar euro diantaranya Axe, Blue Band, Dermalogica, Dove, Heartbrand Knorr, Lipton, Lux, Magnum, Omo, Rexona, Surf dan Sunsilk. Seluruh merek itu merupakan produk andalan Unilever. Seiring dengan perkembangan teknologi, mereka melakukan beberapa inovasi produk dan ekspansi ke berbagai dunia dalam menguasai pasar dunia.

Inilah sekilas tentang perusahaan unilever yang berkembang bahkan sangat melekat dengan masyarakat Indonesia. Saya tidak bermaksud ingin lebih mengenalkan unilever ataupun menjatuhkan pihak siapapun dan manapun, namun dapat diambil kesimpulan dan pengalaman berharga untuk dijadikan pelajaran untuk di masa yang akan datang. Dimana kita seharusnya tidak tergantung pada produk-produk buatan yang notabenenya milik asing. Ciri bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga terhadap produk-produk buatan bangsanya sendiri. Kalau sekiranya kita belum punya produk yang sekelas dengan mereka, lantas kenapa kita tidak mulai dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu yang bisa kita produksi.

Saya ingat betul dengan program yang digulirkan oleh Presiden B.J. Habibie ketika itu diantaranya adalah program Aku Cinta Produk Indonesia. Program dengan nama yang sederhana, namun berefek besar bagi peningkatan perekonomian di Indonesia. Buktinya beliau bisa menaikkan nilai rupiah terhadap dollar AS. dari Rp 16.800 / USD turun hingga ke level Rp 6.900 / USD. Sungguh nilai yang fantastis bisa menurunkan mata uang dollar terhadap Rupiah, dimana tidak ada Presiden selain BJ. Habibie yang bisa melakukannya, bahkan termasuk sampai sekarang Pemerintahan Jokowi belum bisa melakukan hal demikian. Diawali dari program yang dijalankan pada waktu itu adalah Aku Cinta Produk Indonesia yang dipadukan dengan program yang sungguh luar biasa dan juga tidak kalah menarik yakni Aku Cinta Rupiah.

Dua program ini yang memang sangat sederhana dari segi penamaannya, namun mempunyai efek besar guna mendongkrak perekonomian Indonesia. Bahkan program tersebut sangat difahami dan dimengerti oleh kalangan atas maupun kalangan rakyat biasa. Namun sayangnya, BJ Habibie menjalankan pemerintahannya hanya dalam waktu yang relatif sangat singkat. Entah alasan apa yang membuat BJ Habibie sampai tidak melanjutkan pemerintahannya sampai tuntas. Padahal dari segi pemikirannya sangatlah luar biasa, beliau memimpikan Indonesia menjadi produsen pesawat terbang di dunia. Mimpi dan harapan yang saya kira bukan sesuatu yang asal-asalan, karena beliau juga mempunyai kapasitas dalam mewujudkan impiannya tersebut.

Apakah cita-cita beliau terlalu tinggi untuk dijangkau oleh negara Indonesia yang masih dalam kategori negara berkembang? Sehingga banyak kalangan pejabat, para pakar, dan lain sebagainya yang tidak yakin bahkan ragu dengan hal itu. Inilah yang harus dibangun dari sekarang, mental yang visioner diperlukan pada masa saat ini. Bukan mental skeptis dan pragmatis yang hanya membuat bangsa kita menjadi terpuruk dan tidak punya rasa percaya diri. Wallahu ‘alam Bishawab..

Sumber:



Profil Sudono Salim (Liem Sioe Liong

Sahabat Blogger, sebelumnya sudah pernah saya posting tentang beberapa perusahaan besar di Indonesia. Salah satu diantaranya adalah PT. Indofood. Tahukah sahabat pemilik atau yang empunya PT. Indofood tersebut, apakah orang Indonesia, ataukah orang asing yang tinggal di Indonesia? Kali ini saya akan membahas siapa pemilik dari perusahaan yang bergerak di bidang atau industri makanan dan minuman ini. Bagi sahabat yang sudah mengetahui, pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Sudono Salim atau dengan nama lain Liem Sioe Liong

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari media online Merdeka.com pengusaha Sudono Salim, yang bernama asli Liem Sioe Liong, sempat menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dan Asia. Bahkan, konglomerat yang dikenal dekat dengan mantan Presiden Soeharto, ini sempat masuk daftar jajaran 100 terkaya dunia. Walaupun kadang kala dia masih datang ke Indonesia, tapi hampir tidak pernah lama. Semua bisnisnya di Indonesia dikendalikan oleh anaknya Anthony Salim. Di bawah kendali Anthony Salim, belakangan kerajaan bisnisnya bangkit kembali dan tak mustahil akan kembali menjadi terkuat di Indonesia.

Pada tahun 1969, Sudono bersama Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, yang belakangan disebut sebagai The Gang of Four, mendirikan CV Waringin Kentjana. Sudono sebagai chairman dan Sudwikatmono sebagai CEO. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan, ekspor kopi, lada, karet, tengkawang dan kopra serta mengimpor gula dan beras. The Gang of Four ini kemudian tahun 1970 mendirikan pabrik tepung terigu PT Bogasari dengan modal pinjaman dari pemerintah. Ketika pertama berdiri, PT Bogasari berkantor di Jalan Asemka, Jakarta dengan kantor hanya seluas 100 meter.

Kemudian tahun 1975 kelompok ini mendirikan pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa. Pabrik ini melejit bahkan nyaris memonopoli semen di Indonesia. Sehingga kelompok ini sempat digelari Tycoon of Cement. Setelah itu, The Gang of Four ditambah Ciputra mendirikan perusahaan real estate PT Metropolitan Development, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota mMandiri Bumi Serpor Damai.

Selain itu, dia juga mendirikan kerajaan bisnis bidang otomotif di bawah bendera PT Indomobil. Bahkan merambah ke bidang perbankan dengan mendirikan Bank Central Asia (BCA) bersama Mochtar Riyadi. Belakangan Mochtar Riady membangun Lippo Bank.

Setelah krisis ekonomi dan reformasi politik, kekayaannya menurun. Ayah empat anak ini pun memilih lebih lama tinggal di Singapura, setelah rumahnya Gunung Sahari Jakarta dijarah dan diobrak-abrik massa reformasi. Kerusuhan reformasi 13-14 Mei 1998, itu tampaknya membuat Sudono trauma tinggal di Indonesia. Tak hanya itu, pada saat krisis moneter 1998, bisnis Grup Salim jatuh. Saat itu, Sudono harus menyerahkan sekitar 108 perusahaan kepada pemerintah guna membayar utang Rp52,7 triliun.

Salim meninggal dunia dalam usia 95 tahun setelah mengalami sakit akibat usia yang tak lagi muda. Beliau dimakamkan di Singapura. Usahanya diteruskan anaknya yakni Anthony Salim dan menantunya Franciscus Welirang.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

Logika Dagang yg sangat bermanfaat

Sebelum Orang Tua Saya mempunyai perusahaan yang sekarang berlanjut kepada saudara saya, ya bisa dibilang usaha yang dikategorikan menengah, merintis usaha dari belum punya apa-apa. Sebelum menjadi owner, beliau belajar jadi marketing produk yang dimiliki oleh orang lain. Sampai-sampai dalam perjalanan pulang  dari bandung ke garut pernah terjun ke jurang karena lompat dari mobil yang mau bertabrakan.

Uniknya walaupun beliau hanya sekedar mengenyam pendidikan sampai  kelas lima SD, tidak pernah melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tidak mempelajari apa itu marketing, berwirausaha, namun di dalam jiwanya tertanam sifat dan karakter yang membentuk seorang wirausahawan sejati. Sampai ia belajar mencoba mengolah produk secara otodidak, walaupun diterpa gelombang kegagalan yang bertubi-tubi, namun semangatnya tidak pernah surut. Apapun dilakukannya demi menghidupi anak dan istrinya.

Teringat akan ucapannya yang sering ia lontarkan ketika memberikan nasihat kepada saya, bahwa ketika kita mau mulai berusaha, dan kemudian sudah berjalan, lalu memperoleh hasil dari apa yang kita usahakan, jangan lantas kita gunakan untuk hal-hal yang sebenarnya belum kita perlukan. Beliau mengatakan lebih tegas lagi, kalau bisa hasil dari modal usaha yang pertama, jangan dihabiskan begitu saja, kalau bisa simpan untuk dijadikan tambahan modal lagi agar suatu saat hasil yang diperoleh bisa ditingkatkan lagi.

Misalnya, jika kita sebulan dapat hasil bersih empat juta per bulannya dari modal yang dikeluarkan sebanyak 50 juta, lantas yang empat juta itu jangan dihabiskan semua. Sisihkan lah setengahnya buat nambahin modal kembali. Itulah ungkapnya ketika dulu masih menjalankan usahanya. Kata-kata tersebut masih teringat kuat dibenak saya, hingga sekarang saya menemukan tulisan dari seorang penulis di laman facebook yang analisa dalam usahanya hampir mirip dengan apa yang dilakukan orang tua Saya waktu dulu. Terutama dalam memakai logika dalam berusaha/berdagang. Karena dirasa sangatlah bermanfaat, maka dari itu saya ambil untuk dibagikan disini. Silakan simak uraian selengkapnya berikut ini.

Logika dagang :
uang 1 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 10 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 100 jt untuk apa ? jawab = modal
uang 300 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 500jt untuk apa ? jawab = modal
uang 1 Miliar untuk apa ? jawab = modal....
kalo 2 Miliar untuk apa ? jawab, modal juga ....
Modal disini adalah dalam artian cashflow, yg sudah bergerak.
kok sudah sebanyak itu selalu dijawab untuk modal kerja ?...
kapan beli rumah ? kapan beli mobil baru ? kapan liburan ? gak kebeli-beli donk rumah ?...
1. jangan terlalu cepat mengkonversi hasil usaha, ke dalam aset2 real, disaat sedang merangkak dari bawah, nikmati saja terus perbanyak barang dagangan, toko dibikin cabang, tambah lagi bisnis disektor lain, sebenernya kalau hanya ingin naik kendaraan mewah, anda sewa saja uber , kemana anda ingin tuju, tapi kalau menikmati mengolah cashflow uang, untuk dibikin bidang2 bisnis, itu baru asik, dan akhirnya seorang pengangguran berubah menjadi orang yang super sibuk, mengurus berbagai macam lini bisnisnya.

2. banyak sekali orang diluar sana yang kalau untuk urusan gadget, kendaraan, untuk niat nya biar gaya, itu nomor satu, tapi keluar modal untuk usaha yg akan di buatnya 10 juta saja, MIKIRNYA bukan kepayang, sedangkan membeli handphone seharga 10 jt saja dibela2in kredit, ini adalah mindset kebalik, menurut saya, dalam logika dagang, modal dan terus memperbesar cashflow lah yg menjadi prioritas, sembari terus bertahan , dan mengembangkan usaha di berbagai sektor.

3. bisnis itu semacam punya anak, bisnis pertama bisnis kedua , bisnis ketiga, jika bisnis pertama cukup untuk membiayai hidup anda setiap bulan, atau bahkan cukup untuk membiayai hidup anda setiap tahun, maka bisnis nomor 2 adalah untuk hal yang lainnya, dengan begitulah banyak pedagang itu nabung secara gak sadar, karena bisnis 1 , dan bisnis 2, dimana bisnis 1 untuk operasional rumah tangga, bisnis nomor 2, untuk ditabung, atau untuk membuka bisnis ke 3, yang penting kalau bisnisnya sudah ada 5 macam, jangan untuk istri ke dua dan istri ke tiga, istri maksimal 1.

4. jika anda mengelola bisnis dengan baik, dan sudah berjalan dengan lama, uang 200 juta, bisa untuk penghasilan anda 10juta - 30 juta setiap bulannya, ditambah lagi, anda ditahun ke 3, uang 200 jt tersebut sudah kembali ketangan anda, untuk di bikin kan bisnis lainnya, disana lah orang mulai melihat anda sibuk,

5. inti dari bisnis adalah melayani, pelayanan, serta share, sehingga orang lain rela mengeluarkan uang untuk membayar jasa/ produk anda, disanalah sudah sewajarnya apabila anda lihat gedung2 tinggi di sudirman jakarta, ya mereka itu mempunyai services, core, organisasi, yang membuat orang memakai jasa mereka, membeli produk mereka, kunci nya adalah jual dan beli, lalu broker, hanya 3 itu saja.

6. kekuatan modal finansial yang tidak di dukung dengan keputusan yg jernih, serta support sdm didalamnya yang baik, dan management yg baik, hanya akan merusak dan memperkecil modal, alias modal bisa menyusut, so ? kalau anda melihat orang yg sudah berdagang, lama, dan akhirnya besar, bisa jadi karena pinjaman bank, suntikan dana , namun bisa jadi karena, dia mengelola bisnsi dan usahanya dengan baik, karena modal akan bertambah dengan sendirinya, seiring dengan profit yang disisihkan untuk di putar ke roda gila cashflow, percuma saja ditanam modal 1 milyar rupiah, ketika dikelola dengan buruk, bisa-bisa di balikin, tinggal bersisa 10 jt, namun lain hal dengan orang yg memulai dengan baik usaha di modal 10jt, bisa jadi 3-5 tahun berjalan sudah di angka 500jt bahkan lebih, karena pengelolaannya sangat baik. so apa yang anda pikirkan dengan usaha anda sekarang? .. membuat bola salju dari sisi cashflow adalah sangat penting dan erat kaitannya dengan pelayanan serta service.

7. banyak orang yg sdh berpengalaman dagang, dengan uang 10 jt mereka bisa ciptakan 2 jt setiap bulan, alias dengan cashflow 100 jt pun 20jt setiap bulan didapat, dan seterusnya, untuk itu lah apabila anda depositokan uang 1M anda di bank, itu hanya dapat sekitar 4 juta rupiah tiap bulan, uang anda tidak ada artinya di depositokan, . . dari sini lah orang mulai berusaha mencari akal, mengutak atik, cara-cara agar bisa jauh diatas angka deposito, apakah nama cara itu ? nama caranya , berdagang / berwiraswasta / berusaha , jadi mengusahakan yang belum ada.

8. Kesaktian-kesaktian roda usaha dan roda bisnis, perusahaan perusahaan besar, yang membuat lulusan S1 FG, menyerah dan langsung meng-apply job ke perusahaan multinasional, sebegitu mengerikannya idealisme dibunuh atau terbunuh , dan langsung menyerah, ya memang begitu, realistis dan cepat, dan ingat, itu lah saktinya modal yang unlimited, namun jika anda berusaha / berdagang , melihat kompetitor mempunyai cashflow dan modal yg kuat, jangan patah semangat, hukum bola salju adalah, modal 10 jt pun akan jadi modal 100jt, jika anda mengelola dengan benar, tetapi sebaliknya jika anda tanamkan 100jt, itu akan menjadi 10 jt, cepat atau lambat, selama pengaturan sdm , management anda buruk, karena yang namanya gaji karyawan, sewa kantor, operasional, dan sebagainya itu semua di biayai dari ujung tombak perusahaan yaitu penjualan. kembali lagi semua itu kembali ke jual beli dan calo.

9. Sibuk melihat , menakar, mengira2, berapa modal saingan saya, itu akan sangat membantu saingan anda untuk mengalahkan anda, tanpa perlu berbuat apa-apa ke anda, karena anda terlalu sibuk dengan lihat lihat tetangga, dan anda tidak paham dengan hukum bola salju, dimana bola salju itu adalah sesuatu perjuangan keras, melawan waktu, melawan zaman, melawan semuanya, sehingga menjadi besar. ditambah pula anda memperlihatkan secara gamblang kelemahan mental anda, kepada kompetitor anda, kelemahan mental lebih mahal harganya ketimbang kelemahan anda kekurangan modal usaha, karena mental itu ibarat bahan bakar sekelas avtur pesawat, sementara kelemaham modal itu ibarat bahan bakar minyak tanah, perbandingannya. toh kalau posisinya langsung dibalik ke anda, pun bisa jadi bukan profit yang anda dapat malah hutang yg anda dapat di akhir, karena, perbekalan amunisi terlalu cepat, tidak sebanding dengan kemampuan managerial dan softskill anda berkembang. (bodoh) lebih tepatnya.

10. orang jualan koran bekas, bisa naik haji, orang jualan bubur buka dari jam 6 sampai jam 12 malam, bisa nyekolahin anaknya sampai keluar negri, orang jualan keripik pedas, cemilan dan kudapan, sekarang usaha properti dimana2, orang jualan bawang goreng, dimasukan kedalam toples plastik, sekarang pegang supply ke 2 hotel, orang jualan rak kayu dan aneka display, sekarang supply ke toko2 besar seperti gramedia, toyskingdom, toyscity, orang jualan ..... orang jualan ...... orang jualan ....... bla bla bla bla bla, semua kembali ke mengelolanya, memanagenya, dan lihat background bagaimana segempalan tangan bola salju yang pada saat awal bisnisnya sekarang sudah menjadi sebesar meteor yang sangat besar, kalau lah jualan kuaci tidak menguntungkan, maka anda tidak bisa menemukan kuaci2 di supermarket, mau merek cap gajah, bunga matahari, dan lainnya,
so, jualan apakah anda ?....

11. Seberapa kuat anda ingin sama persis dengan kompetitor anda ? memangnya anda mesin foto kopi ?, tanggal lahir, jam , tempat dibesarkan saja sudah beda, muka aja udah beda, bagaimana bisa anda mau tumpek blek copas sama persis ? setiap manusia punya otak, akal, fikiran, ide, kreatifitas, emosional, gagasan yang berbeda2, anda cukup ambil saja garis besar di bagian paling belakangnya, apakah itu ? cetak saja skor skor an uang nantinya berapa, tanpa perlu sama persis dengan kompetitor anda. semua ada jalan dan gaya masing2, satu2 nya orang yg bisa mengcopas persis sama seperti contohnya adalah si owner atau foundernya sendiri., bukan orang lain seperti anda.

12. ada tersirat 1 sukses mematikan 10 lainnya, adapula tersirat, 1 sukses , 10 yang lainnya ikut terbawa sukses, tentunya apabila tidak ada konflik interest yang beradu didalamnya, pakai saja cara anda masing-masing dalam memperbesar bola salju, karena hukum tersirat ini, memang benar ada tapi terkecuali untuk yang punya jalan dan pintar jeli mengambil celah di antara tembok, dinding yang tebal.

13. usaha / dagang yg hebat itu yg mampu bertahan dekade demi dekade, bukan dilihat dari apa yg sudah anda pamerkan ke orang2 dekat sekitar anda dari usaha anda. percuma anda pamer2 tetapi usaha anda dijadikan sapi perah untuk glamour dan gaya hidup anda. masih adakah usaha anda di 10 tahun kedepan ?

14. anda teriak modal kecil, gak bisa gerak, gk ada modal, gk ada modal, yakin ketika ada modal anda bisa seperti yang anda lihat ? , penambahan modal berarti penambahan workload, penambahan jam kerja, penambahan effort, penambahan kesibukan, penambahan pelanggan, penambahan setoran, penambahan aktifitas, urus saja aktifitas modal anda yg 10 jutaan itu dulu (contoh). semua melalui tahapan, proses tangga demi tangga.

15. jangan pernah anda melihat gaya konglomerat, / anak konglomerat / orang besar membuka bisnis, yang langsung menggeolontorkan dana ratusan juta , milyaran bahkan puluhan miyar hingga ratusan, mereka itu sudah punya softskill, pengalaman, serta jangan lupa, itu mungkin bisnis mereka yang ke 10, dan sudah di perhitungkan oleh risk management, dan di analisis feasible studinya, serta kalau amsiong pun ada 9 pelor lagi, buat anda yang masih lahiran anak bisnis 1, 2 , ya anda sendiri donk yang turun tangan perhitungkan semuanya, lagipula justru mereka itu sudah memperhitungkan menggelontorkan dana 10 milyar untuk jadi si bola salju itu 50 milyar atau lebih, makanya sampai bayar orang untuk memperhitungkan segala sesuatunya agar tidak salah, tetap saja intinya perkembangan, pertambahan, pertumbuhan, pembesaran. mereka punya kepentingan untuk menghitung sedetil mungkin agar tidak menyusut 1 mili meter pun ketika bola salju itu di jalankan.

16. inti dari pengusaha, wiraswasta, pedagang, itu hampir2 sama, sama2 mengusahakan yang belum ada menjadi ada, apakah itu yang belum ada menjadi ada ? yaa gak usah basa basi mencla mencle, jelas lah cashflow, putarn uang, didalam roda gila permainan usaha, bisnis, dagang, aktifitas jualbeli itu lah,dulu main di awal 1 juta, sekarang bisa gak bertumbuh jadi main di 10 juta, dulu main di 10 juta, bisa gak sekarang jadi main di 100juta, sekarang main di 100 juta, bisa gak besok main di 500 juta ? ... nah kalau anda main 100 jt, anda ambil yang menjadi hak anda 10-20 juta, sah toh ? sahhhhhhh.... belum ada saya dengar pengusaha itu dulu main 100 juta, sekarang dia maunya main 10 juta, bahkan dulu main 100 jt, sekarang main 100 jt aja, si pengusaha udah stress karena itu menyalahi hukum bola salju. dalam artian usaha nya stagnan. kalau diawal anda main 10 juta, di akhir malah hutang 10 juta, anda ini sedang mengusahakan apa toh ?.

masih percayakah anda terhadap hukum bola salju ?


SK & KD Kewirausahaan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)


A.    Latar Belakang
Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan pada dasarnya mencakup pengembangan aspek-aspek moral, akhlak, budi-pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya. Adapun pengembangan aspek-aspek tersebut, bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup, yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi dasar untuk bertahan hidup, serta mampu menyesuaikan diri agar berhasil dalam kehidupan bermasyarakat.

Merumuskan Solusi Masalah

A.    Mengidentifikasi Masalah Usaha
 1.      Pengertian Masalah
Setiap orang hidup di dunia ini dapat di pastikan  mempunyai masalah,baik dia sebagai pribadi atau pun individu maupun dalam kelompok,keluarga,organisasi atau perkumpulan. Yang membedakan adalah besar kecilnya,berat ringanya atau sulit dan mudahnya masalah yang di hadapi. Masalah adalah segala sesuatu yang dapat menghambat tercapainya tujuan yang ingin di capai.

Adapun Pengertian Masalah dari berbagai sumber diantaranya :
a.       Secara Umum :
1)      Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan
2)      Masalah adalah perbedaan antara rencana dengan pelaksanaan
3)      Masalah adalah penyimpangan (deviasi) dari standar atau dari yang dianggap normal
4)      Masalah adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan

b.      Menurut Djarwanto :
1)      Masalah adalah suatu hambatan dalam pencapaian tujuan.
2)      Masalah adalah suatu keadaan yang membuat kita ragu-ragu, bingung, cemas untuk memutuskannya.
3)      Masalah adalah kesenjangan antara sesuatu yang diinginkan dengan kenyataan.
4)      Masalah adalah tindakan penyimpangan dari norma atau aturan yang berlaku.
5)       Masalah adalah kesulitan yang menggerakkan orang untuk memecahkannya.

c.       Menurut Mardiyatmo :
Masalah adalah sesuatu yang harus dihadapi seseorang dalam mencapai tujuan dan orang tersebut tidak mamu menyelesaikan dan memecahkannya pada saat itu juga, dan kemudian pada waktu tertentu akan mampu memecahkannya karena pengetahuan dan pemikiran tertentu

d.      Menurut Robert K. Merton :
Masalah adalah “ketidaksesuaian yang signifikan dan tidak diinginkan” antara standar kebersamaan dan kondisi nyata.

e.       Menurut Akhmad Guntar :
1)      Masalah adalah sebuah kesempatan untuk berkembang. Sebuah masalah bisa merupakan sebuah tendangan peluang, kesempatan untuk keluar dari stagnan, kebosanan atau status quo serta apapun yg dimaksudkan untuk membuat suatu kondisi jadi lebih baik. Perlu dicatat baik-baik bahwa yang disebut masalah tidaklah harus merupakan akibat dari kejadian buruk atau faktor eksternal.
Contoh di bidang industri adalah : Ada kendala dalam memperoleh supplier yang memiliki kualitas baik dan menawarkan harga relative lebih murah

2)      Masalah adalah perbedaan antara kondisi sekarang dan kondisi yg diharapkan. Sebuah masalah bisa muncul berkat adanya pengetahuan atau pemikiran baru. Ketika seseorang tahu di mana posisi sekarang dan ke mana hendak menuju maka orang tersebut sudah punya sebuah masalah terkait bagaimana agar bisa sampai pada tujuan yg diharapkan.
Contoh di bidang industri adalah : Perjanjian order penjualan dengan konsumen yang tanggal penyelesaian tidak seperti yang diharapkan sebelumnya.

3)      Masalah adalah hasil dari kesadaran bahwa kondisi yg sekarang terjadi belumlah sempurna dan keyakinan bahwa masa depan bisa dibuat jadi lebih baik. Keyakinan bahwa harapan bisa tercapai akan membuat seseorang memiliki sasaran untuk masa depan yang lebih baik. Harapan membuat diri sendiri merasa tertantang dan tantangan semacam ini juga layak juga disebut sebagai masalah.
Contoh di bidang industri adalah : Kualitas produk yang diterima oleh konsumen belum sesuai dengan permintaan konsumen.

2.      Ciri-Ciri Masalah
a.       Adanya kesulitan yang harus dipecahkan
b.      Merupakan tantangan dan rintangan yang harus dilalui
c.       Memenuhi unsur yang menggerakan untuk membahasnya
d.      Bersifat penting dan realistis
e.       Berguna untuk dipecahkan

3.      Jenis-Jenis Masalah yang Dihadapi Wirausaha
a.       Menurut Asal-Usulnya
1)      Masalah dari dalam organisasi
Masalah dari dalam organisasi atau intern disebabkan oleh kondisi dan Situasi perusahaan yang bersangkutan seperti :
a)      Menurunnya omzet penjualan
b)      Kurangnya produktivitas tenaga kerja
c)      Kurangnya dana
d)     Kurangnya komunikasi antara atasan dengan bawahan, dll

2)      Masalah dari luar organisasi
Masalah dari luar organisasi atau ekster disebabkan oleh adanya faktor-faktor luar perusahaan yang bersangkutan, seperti :
a)      Fluktuasi harga bahan baku dan bahan penolong/pembantu
b)      Persaingan antar perusahaan
c)      Kebijakan pemerintah di bidang perdagangan, dll

b.      Menurut Tingkat Kesulitannya Dalam Perusahaan
1)      Masalah Ringan
Masalah ringan adalah masalah yang mudah dan cepat diatasi oleh wirausaha. Masalah ringan biasanya dapat diatasi sendiri oleh pihak bersangkutan. Risiko yang ditimbulkan jika lambat diatasi relatif sangat kecil

2)      Masalah Sedang
Masalah sedang adalah masalah yang agak sulit diatasi dan memerlukan waktu yang agak lama untuk mengatasinya. Masalah sedang memerlukan bantuan pihak lain dalam mengatasi dan memecahkannya

3)      Masalah Berat/Rumit
Masalah berat/rumit adalah masalah yang sangat sulit dan rumit untuk diatasi dan dipecahkan. Masalah berat/rumit membutuhkan tim untuk mengatasi dan memcahkannya karena pemecahannya cukup lama

c.       Menurut Waktu Terjadinya
1)      Masalah yang bersifat rutin dan serupa atau sejenis
Masalah rutin dan serupa atau sejenis seringkali muncul, tetapi sangat mudah diatasi karena wirausahawan sudah berpengalaman dalam menangani masalah ini
2)      Masalah yang datangnya tidak menentu
Masalah tidak menentu adalah masalah yang bersifat masalah baru yang datangnya tidak menentu atau tidak kita duga. Untuk memecahkan masalah ini perlu pertimbangan yang masak karena mengandung banyak risiko

4. Masalah bisnis menurut alasan pengusaha
a.       Kurangnya modal usaha
b.      Kurangnya bimbingan dari pemerintah
c.       Usaha atau bisnis didominasi oleh orang tionghoa
d.      Usaha atau bisnis didominasi oleh orang-orang bermodal kuat
e.       Usaha atau bisnis didominasi oleh modal orang asing

5. Alasan utama masalah dan kegiatan dalam bidang usaha
a.       Latar belakang usaha yang kurang memadai
b.      Kurangnya pengalaman dalam usaha
c.       Struktur ekonomi yang belum cocok dengan kondisi dunia modern
d.      Hambatan nilai-nilai usaha atau bisnis di dalam masyarakat
e.       Latar belakang pendidikan para pengusaha yang kurang memadai

6. Faktor-faktor kelemahan dan permasalahan usaha setelah berkembang
a.       Terlambat mengadakan penyesuaian dengan kondisi dan situasi bisnis yang sedang berlaku
b.      Terlambat mengadakan pembaharuan di bidang produksi, teknik kerja, pengelolaan usaha dan pemasaran
c.       Perkembangan usaha yang terlalu mendadak tanpa diikuti peningkatan sikap dan kemampuan mengelola usaha
d.      Lupa daratan, mabuk kepayang, ikut terjun dalam kegiatan lain yang tidak ada kaitannya dengan usaha
e.       Makin menuanya umur pemilik perusahaan dan kemempinannya juga turut menua
f.       Sikap para pemilik perusahaan sangat tertutup dan tidak mau menerima adanya pembaharuan
g.      Tidak persiapan jauh sebelumnya, sehingga waktu perkembangan datang membuat para pengusaha kalang kabut.

7. Identifikasi faktor-faktor masalah usaha
a.       Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
b.      Kurangnya pengalaman dalam usaha
c.       Tidak cocok dalam memilih jenis usaha
d.      Keuangan atau permodalan usaha sangat kurang
e.       Tidak adanya interest pada bidang usaha yang sedang digeluti
f.       Tidak mempunyai keahlian dalam bidang usaha
g.      Tidak percaya pada kemampuan sendiri
h.      Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
i.        Tidak adanya dukungan dari pemerintah setempat

8. Hambatan sosial masyarakat terhadap usaha
a.       Adanya anggapan yang rendah terhadap bisnis
b.      Adanya nepotisme dan feodalisme dalam bisnis
c.       Adanya sikap kompromistis dan kurang ambisius dalam mengelola usaha
d.      Adanya wirausaha yang tidak berani mengambil risiko dalam bisnis

B.     Memecahkan Masalah Usaha
1.      Kemampuan Memecahkan Masalah
Salah satu tanggung jawab terpenting para wirausahawan adalah berusaha memecahkan masalah secara ilmiah dalam usaha atau bisnis. Para wirausahawan hendaknya dapat menganalisis dengan mengumpulkan data-data, mengolahnya, dan menarik kesimpulan dari penganalisisan tersebut. Pemecahan masalah itu merupakan kegiatan yang amat penting di dalam usaha atau bisnis.

Keterampilan yang diperoleh para wirausahawan, akan menjadi bekal di dalam pemecahan masalah dalam kegiatan usaha atau bisnis. Meskipun banyak persoalan tidak mempunyai pemecahan masalah yang benar, namun keputusan terakhir untuk menentukan pemecahan masalah yang paling baik terserah kepada para wirausahawan sendiri.

Pemecahan masalah dan cara penyelesaiannya dalam usaha atau bisnis, sebenarnya tidak begitu sukar jika seorang wirausahawan sudah banyak pengalaman di dalam lingkungan usaha atau bisnisnya. Jika persoalan-persoalan sudah ditentukan dan semua informasi serta data-data masalah sudah dikumpulkan, seorang wirausahawan harus mengidentifikasi semua cara pemecahan masalah yang dapat dilaksanakan. Seorang wirausahawan harus memandang sebuah permasalahan dari pelbagai sudut dan mencari cara baru untuk memecahkan masalahnya.

Jika kelompok karyawan perusahaan mengurangi jumlah pilihan masalahnya, di sini wirausahawan harus mempertimbangkan masalahnya, agar menjadi luas dan mendalam. Jika seorang wirausahawan di dalam usaha atau bisnisnya meninjau lagi semua pemecahan masalah yang mungkin terdapat di dalam daftar, maka beberapa pemecahan itu dapat digabungkan, sedangkan pemecahan masalah yang lainnya dapat dikesampingkan.

2.      Kriteria Dalam Mengevaluasi Pemecahan Masalah
Pada dasarnya kekuatan dan kelemahan dari model mencerminkan perbedaan filosofi manajemen database. Beberapa kriteria dalam mengevaluasi model data:

a. Kesederhanaan (Simplicity)
b. Pemodelan yang mendekati kenyataan.
c. Keluwesan
d. Kemampuan untuk menghasilkan gambar
e. Model seharusnya mudah menghasilkan format gambar
f. Keistimewaan model
Sebuah model bebas dari pertimbangan implementasi khusus
g. Terminologi tidak bertentangan
h. Dekat dengan dasar informasi

Model Database yang dikenal ada tiga yaitu:

a. Model Relasional
Dikembangkan berdasarkan konsep matematika dari hubungan dan kumpulan entity atau beberapa objek dari kumpulan atribut-atribut. Model data relasional menggunakan tabel dua dimensi, kolom di dalam tabel cocok untuk setiap atribut untuk setiap entity atau relationship tipe dan baris (tuple) untuk setiap transaksi.

b. Model Hirarki
Sering dikenal dengan binary tree (pohon biner atau binary relationship) merupakan jenis struktur tree yang terbaik dimana data akar (root) mempunyai beberapa cabang. Pada setiap cabang satu objek atau lebih dapat dihubungkan dengan objek yang lain yang lebih tinggi dan satu objek dapat dihubungkan dengan beberapa objek yang lebih rendah.

c. Jaringan atau objek
Suatu jaringan dimana suatu objek dapat dihubungkan dengan beberapa objek lain yang lebih tinggi ataulebih rendah.

Langkah langkah Pemecahan masalah berdasarkan analisis

1.      Kenali masalahnya secara umum
2.      Rumuskan persoalannya dengan tepat
3.      Identifikasi masalah masalah utama yang ingin dipecahkan secara terkait
4.      Tentukan fakta dan data penting yang berkaitan dengan masalah
5.      Carilah masalah masalah tersebut
6.      Pertimbangkanlah berbagai kemungkinan jalan keluar dari masalah tersebut
7.      Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik
8.      Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat

3.      Langkah-langkah Secara Ilmiah
Langkah-langkah
 1. Memilih dan mendefinisikan masalah.
2. Survei terhadap data yang tersedia.
3. Memformulasikan hipotesa.
4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa.
5. Mengumpulkan data primair.
6. Mengolah, menganalisa serla membuat interpretasi.
7. Membual generalisasi dan kesimpulan.
8. Membuat Laporan

4.      Langkah langkah pemecahan masalah individu

1)      Berusaha memahami masalah dengan seksama
2)      Menganalisis masalah dengan cermat
3)      Mencari data dan fakta maupun informasi yang memperkuat pemecahan masalah
4)      Konsultasi dengan orang tua atau lembaga yang kopeten dalam memecahkan masalah
5)      Mengambil keputusan dalam pemecahan masalah
6)      Memecahkan masalah kelompok
   
Metode memecahkan masalah kelompok
a)      Metode Diskusi
Metode diskusi dipakai untuk memecahkan masalah yang  terjadi dalam kelomok dan harus diambil keputusan atau alternatif pemecahan, maka masalah tersebut dipecahkan secara musywarah, jika tidak terjadi kesepakatan dapat diambil voting

b)      Metode pengembangan ide
1.      Brain storming (curah pendapat): teknik pemecahan masalah secara kelompok dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anggota kelompok untuk menyampaikan pendapat secara bebas dalam membahas suatu masalah
2.      Brain Writing: teknik curah pendapat dengan menyampaikan pendapat atau ide melalui tulisan di atas potongan kertas
3.      Synetic: teknik pemecahan masalah dengan menekankan aktivitas spontan dari otak dan sistem syaraf dalam menadakan eksplorasi dan transformasi perusahaan

7.  Masalah organisasi
a)      Masalah organisasi yang bergerak di bidang nirlaba, biasanya di pecahkan dengan mengedepankan azas kebersamaan dan kekeluargaan demi keberlangsungan organisasi
b)      Masalah organisasi yang berusaha mencari keuntungan, pemecahan masalah yang diambil berkaitan dengan efisiensi dan untung/rugi atas masalah yang diambil

8.  Ciri-ciri permasalahan usaha
Permasalahan yang dihadapi wirausahawan hendaknya berupa masalah-masalah aktual dan menarik. Permasalahan hendaknya mengandung beberapa kemungkinan tindakan di antara alternatif dalam pemecahan masala

9.  Penerapan teori Dewey tentang berfikir reflektif
      Seorang pengusaha yang berfikir reflektif, hendaknya:
a.       Merasa bimbang, bingung, dan kesulitan
b.      Merumuskan masalah yang ingin dipecahkan, untuk mengatasi kebimbangan dan kesulitan
c.       Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan yang terbaik melalui penataran
d.      Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta-fakta, atau bukti-bukti eksperimental yang valid dan menolak kesimpulan yang tidak didukung oleh data yang valid

10.  Langkah-langkah teknik pemecahan masalah
a)      Menyadari adanya masalah
b)      Mengkaji masalah dan merumuskan masalah
c)      Mengumpulkan data
d)     Intrespetasi dan verifikasi data
e)      Pengambilan kesimpulan
f)       Aplikasi kesimpulan

C. Mengolah Informasi Usaha
Sumber informasi yang dapat dipercaya dan dapat diolah ialah informasi yang menyeluruh dan sesuai kebutuhan perusahaan, yang dapat memberikan keterangan jumlah data dan fakta yang berhubungan dengan kebijakan produk dan pemasarannya. Kegiatan produk memerlukan informasi tentang apa yang akan di produksi, bagaimana sifat dan persyaratannya, bagaimana mutunya, dan berapa jumlah produk yang harus di produksi.

Mengolah informasi yang sehat dan efisien banyak menolong bisnis yang mengalami kegagalan. banyak wirausahawan yang gagal karena terlalu banyak modal yang terserap dalam harta fisik. sumber informasi juga perlu dan sangat penting untuk pengembangan dan pertumbuhan usaha atau bisnis di masa mendatang.

1.      Syarat sumber-sumber informasi
Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat, seorang wirausahawan membutuhkan sumber informasi yang lengkap, akurat serta dapat dipercaya. Dalam dunia bisnis dan teknologi, informasi-informasi merupakan landasan untuk mengamati bentuk usaha atau bisnis pada masa mendatang. Dr. Alfred Osborn. Jr. Direktur Pusat studi kewirausahaan di universitas California, menegaskan bahwa informasi dan kebutuhan untuk menggunakan sumber-sumber informasi, bakal menciptakan peluang bisnis yang amat banyak.

2.      Sumber-sumber informasi
Sumber-sumber informasi yang diperlukan oleh wirausahawan, antara lain meliputi informasi mengenai konsumen, permintaan dan penawaran, pesaingan, advertensi, produk saingan, pengembangan produk, desain, dan prilaku konsumen.
a.       sumber informasi primer: langsung dari yang bersangkutan, misalnya pelanggan dan penjual
b.      sumber informasi sekunder: tidak langsung dari yang bersangkutan, misalnya media persuratkabaran.

3.      Cara memperoleh informasi
a.       interview/ wawancara
b.      observasi/ pengamatan
c.       dokumentasi

4.      Macam-macam informasi yang dibutuhkan untuk diolah
a.       informasi kuantitatif, yang berisi masukan nilai yang dapat dihitung, seperti masalah berat, jumlah, tekanan, temperatur dsb.
b.      informasi kualitatif, yang berisi masukan nilai yang dapat dirasa, seperti perubahan produk, mutu produk, kecepatan. panas, dingin, dsb.
c.       Informasi kontrol, misalnya pemberian petunjuk apakah suatu perubahan variabel produk, model atau design dapat berjalan normal atau tidak.
d.      informasi symbol, misalnya petunjuk dalam rambu-rambu berbisnis

5.      Ruang lingkup informasi yang diperlukan wirausahawan
Informasi yang diperlukan dalam keputusan Informasi adalah keberhasilan pengambilan keputusan. Semakin rumit bisnis, maka sistem informasi itu semakin diperlukan oleh seorang irausaha. Kecepatan memperoleh dan menerima akses informasi sangat dibutuhkan oleh para wirausaha. Akan tetapi, bagaimana bentuk informasi yang dibutuhkan para Wirausaha ?

Informasi- nformasi yang dibutuhkan oleh para wirausahawan adalah sebagai berikut.
a.       informasi atas orang, termasuk juga informasi pokok yang dituntut: gaji/upah dan jaminan keselamatan kerja dan hidup.
b.      informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi: pandangan masa depan bisnis, kekayaan/utang, keberlanjutan bisnis.
c.       informasi dalam operasi sehari-hari: penerimaan kas, pembayaranpembayaran dalam usaha, neraca rugi dan laba sebenarnya, struktur modal.
d.      fakta dan data untuk pendukung bisnis dan cara yang memungkinkan. Dalam kegiatan wirausaha mengambil keputusan mengenai perluasan usaha: pesaing, konstruksi, pabrik, produk, gudang, pemasaran, dan sebagainya.

6.      Pengamatan terhadap informasi
Pencarian informasi memerlukan pengamatan yang cermat dan teliti terutama berkaitan dengan hal-hal berikut.
a.       Pesaing,
b.      Seluk-beluk pemasaran.
c.       Seluk-beluk manajemen yang diperlukan.
d.      Perkembangan Arsitektur dan sipil
e.       Pengelolaan dan pengendalian keuangan
f.       Pengalaman dan penelitian usaha.
g.      Sumber dan data yang dapat dipercaya.
h.      Manajemen survai pemetaan.
i.        Perkembangan pariwisata
j.        Perkembangan paket-paket wisata
k.      Administrasi dan pembukuan.
l.        Perawatan peralatan produksi.
m.    Perkembangan teknologi
n.      Akuntansi dan auditing.
o.      Studi kelayakan.
p.      Informasi harga, promosi, dan distribusi.
q.      Pemasaran dan penjualan produk
Oleh karena itu, sebaiknya bagi para wirausahawan yang memanfaatkan informasi harus dapat mengumpulkan, mengatur, mengolah, menyampaikan, dan menggunakan informasi sinformasi tersebut.

Kunci keberhasilan berwirausaha, terletak dalam memperoleh dan mengelola informasi dan bukan terletak pada banyaknya informasi. Keberhasilan wirausaha yang berhubungan dengan informasi dalam bisnisnya, diantaranya: Harapan masa depan bisnis, sistem nilai para wirausaha, pengalaman wirausaha dalam bisnis, kekuatan dan kelemahan bisnis, sikap dan perilaku konsumen, daya beli konsumen, motivasi konsumen, realitas bisnis, peluang bisnis, hambatan dan rintangan bisnis, pesaing, pelayanan, risiko kebutuhan konsumen, perubahan selera konsumen, Kebijakan pemerintahan.

Jadi kesimpulannya bahwa dalam menjalankan wira usaha Informasi dinilai sangat penting, dan untuk mencapai keberhasilan  diperlukan keahlian  dalam mengelola informasi dan bukan terletak pada banyaknya informasi.